Rabu, 23 Juli 2014

10 Hal Yang Harus Kamu Tahu Soal Gaza Sebelum Ikut-Ikutan Komentar

Perhatian dunia kini tertuju pada Jalur Gaza, Palestina, seiring tak kunjung mendinginnya pertikaian antara tentara Israel dan milisi Partai Hamas. Israel adalah negara Yahudi, sementara sebagian besar penduduk Gaza beragama Islam — namun ini bukan konflik agama; ini konflik politik yang disertai krisis kemanusiaan.
Begitu besarnya perhatian rakyat Indonesia pada Gaza, setiap hari kita akan menemukan tulisan di media atau komentar di media sosial tentangnya. Tapi sebelum ikut-ikutan komentar, ada baiknya kamu pelajari dulu 10 hal di bawah ini:

1. Tentang Gaza

Serangan misil ke Gaza City
Serangan misil ke Gaza City via www.huffingtonpost.com
Wilayah Palestina terdiri dari dua bagian, Tepi Barat dan Jalur Gaza. Masing-masing dikuasai faksi politik yang berbeda: Fatah di Tepi Barat, dan Hamas di Jalur Gaza. Setelah kemenangan Hamas dalam pemilu tahun 2005 lalu, Israel memang sudah memindahkan pemukiman penduduk Yahudi ke luar Gaza dan menarik mundur pasukannya. Tapi, tentara Israel masih tetap mengontrol lalu lintas udara, pasokan air, dan pintu perbatasan antara Gaza dan Israel.
Jalur Gaza sendiri merupakan tanah seluas 225 km persegi -kurang lebih sepertiga luas Jakarta- dengan sekitar 1,7 juta penduduk. Sekilas mungkin ini tidak terlihat begitu padat. Tapi, sepertiga dari 1,7 juta manusia itu hidup di Gaza City, yang hanya memiliki luas sekitar 45 km persegi. Ini menjadikan Gaza City salah satu wilayah urban terpadat di dunia. Padahal kota ini selalu menjadi sasaran tiap kali Israel melancarkan serangan. Jatuhnya korban sipil pun jadi nggak terhindarkan.
Selama konflik di tahun 2008-2009 lalu, misalnya, rakyat Gaza yang menjadi korban sipil mencapai lebih dari 900 orang. Sementara pada konflik yang sedang berjalan saat ini, korban jiwa telah mencapai lebih dari 300 orang, sebagian besar di antaranya kaum sipil.


2. Perang Yang Nggak Imbang

Enjoying the view? Warga Israel menyaksikan Gaza dibombardir dari jauh
Enjoying the view? Warga Israel menyaksikan Gaza dibombardir dari kejauhan viatotallycoolpix.com
Aktivis HAM Israel yang tergabung dalam B’Tselem mengatakan jumlah korban yang jatuh pada konflik di tahun 2008 saja berjumlah 762 orang di pihak Palestina (300 diantaranya adalah anak-anak) dan hanya 3 korban jiwa di pihak Israel. Sementara pada konflik yang baru-baru ini terjadi, hingga 19 Juli 2014 jumlah warga Gaza yang tewas akibat serbuan roket Israel telah melewati mencapai 360 jiwa. Tahu berapa jumlah korban di pihak Israel? Hanya 11 tentara Israel yang tewas, itupun baru berupa klaim dari Hamas.
Dilihat dari perbandingan jumlah korban tewas, bisa disimpulkan bahwa ini adalah pertikaian dengan kekuatan yang nggak seimbang. Nyawa satu warga Israel pun dipandang lebih berharga dari nyawa rakyat Palestina.


3. Hukuman Kolektif

Palestina Dijatuhi hukuman koletif
Palestina Dijatuhi hukuman koletif via www.thetimes.co.uk
Pemerintah Israel berdalih serangan-serangan yang mereka luncurkan selama ini untuk melindungi keamanan negaranya. Padahal, Israel udah mengurung Gaza sejak Januari 2006 sebagai akibat dari keputusan rakyat Palestina memenangkan Hamas dalam sebuah pemilu yang sah. Israel lalu memblokade jalur perdagangan Gaza, sehingga rakyatnya gak bisa memperoleh beberapa komoditas seperti ketumbar, jahe, pala, dan bahkan koran. Blokade ini ditengarai sebagai hukuman koletif yang dijatuhkan kepada warga Gaza karena memilih Hamas sebagai pemimpin mereka.

4. Bikin Mereka ‘Diet’

Menggantungkan hidup dari bantuan
Menggantungkan hidup dari bantuan via www.pcrf.net
Dov Weisglass, mantan Kepala Staf untuk pemerintahan PM Ariel Sharon pernah mengakui bahwa pendekatan yang dilakukan Israel terhadap warga Gaza adalah “bikin orang Palestina itu berdiet, tapi jangan sampai mereka mati kelaparan”. Israel mengatur (dan melarang) makanan dan bantuan yang memasuki Gaza serta menghitung jumlah asupan gizi yang boleh mereka nikmati.

5. Tumbuh Kembang Yang Terhambat

Gizi buruk yang parah dialami oleh anak=anak Palestina
Gizi buruk yang parah dialami oleh anak-anak Palestina via news.bbc.co.uk
10% balita di Gaza terhambat pertumbuhannya karena mengalamigizi buruk yang tak berkesudahan. Gizi buruk di Gaza udah dalam tahap kronis dan gak menampakkan tanda-tanda perbaikan, demikian dilaporkan WHO.

6. Muda Dan Menganggur

Pemuda dan pemudi Palestina tanpa harapan dan pekerjaan
Pemuda dan pemudi Palestina tanpa harapan dan pekerjaan via media.roarmag.org
Menurut data dari Biro Statistik Palestina, tingkat pengangguran di Gaza menyentuh angka 28% yang mana 58% diantaranya berada pada kisaran umur 20-24 tahun.

7. Anak-Anak Yang Stres Berat

Tua dan muda mengalami stress berat
Tua dan muda mengalami stress berat via graphics8.nytimes.com
Lebih dari setengah penduduk Gaza adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Menurut psikiater kenamaan Palestina Dr. Eyad El Sarraj, satu dari lima anak-anak tersebut menderita Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD adalah gangguan emosional yang diantaranya ditandai dengan kecemasan parah akibat dari peristiwa yang menakutkan, serangan fisik, atau perasaan terancam di masa lampau.
Anak-anak di Gaza gak bisa tidur dengan tenang karena mimpi buruk dan kecemasan yang hebat akibat serangan demi serangan yang mereka lihat. Untuk pulih, mereka membutuhkan konseling, psikoterapi serius, serta pengobatan.

8. Awal Pertempuran

Israel kini mengintensifkan serangannya melalui angkatan darat
Israel kini mengintensifkan serangannya melalui angkatan darat viawww.huffingtonpost.com
Pertempuran tahun 2014 ini berawal ketika individu Palestina yang “dekat dengan militan Hamas” membunuh 3 pemuda Israel yang menuntut ilmu di Tepi Barat pada tanggal 10 Juni 2014. Walaupun pemimpin Hamas gak merestui dan telah mengutuk aksi semena-mena dari anggotanya, Israel mulai menangkap anggota Hamas di Tepi Barat dan meluncurkan serangan udara terhadap Gaza. Keadaan makin memanas setelah ekstremis Israel membunuh dan membakar seorang pemuda Palestina di Yerusalem sebagai aksi balasan terhadap pembunuhan 3 pemuda Israel sebelumnya.
Pertikaian terbuka pun pecah. Hamas dan grup militan lain yang mendiami Gaza meluncurkan lusinan roket ke wilayah Israel, yang segera merespon dengan serangan udara yang jauh lebih besar.


9. Gaza Yang Miskin

Mengais apa yang tersisa
Mengais apa yang tersisa via danamotor.ir
Data dari PBB mengungkapkan bahwa 80% keluarga di Gaza menggantungkan hidupnya dari bantuan kemanusiaan, dan 39% warganya hidup di bawah garis kemiskinan.


10. Selamanya Mengungsi

Anak-anak ini sudah menjadi pengungsi sejak dilahirkan
Anak-anak ini sudah menjadi pengungsi sejak dilahirkan via news.xinhuanet.com
Dua dari tiga warga Gaza  -itu lebih dari setengah juta orang- menyebut diri mereka sebagai pengungsi alias orang yang tak memiliki negara. Mereka masih mengaggap tanah yang diambil oleh Israel setelah Perang 1948 sebagai hak mereka.
Ide untuk menjalankan sistem satu tanah untuk dua negara atautwo-state solution sebagai jawaban dari konflik Israel-Palestina telah muncul sejak 1974, dan dipertegas dalam Perjanjian Oslo tahun 1993.  Namun, sebuah poling yang baru-baru ini dilaksanakan mengungkapkan bahwa sebagian besar rakyat Israel maupun Palestina ‘sepakat’ kalau mereka tidak sudi berbagi negara. Hanya 35% warga Israel yang mendukung ide ini dan 27% Palestina yang percaya bahwa pendudukan di Tepi Barat dan Gaza bisa diakhiri dengan solusi dua negara.
Lalu apa yang akan didapatkan dari perang ini? Kecil kemungkinannya bahwa Israel akan aman dari serangan roket Hamas. Selama masih banyak korban sipil yang jatuh, Hamas selalu memiliki alasan untuk mendapatkan simpati warga Gaza.
Israel dan Palestina sudah bertikai selama hampir 70 tahun. Artinya, baik para pemimpin Israel maupun Palestina yang sekarang sebenarnya hanya mewarisi konflik ini dari kakek-kakek mereka. Dalam situasi seperti ini, keputusasaan adalah hal yang wajar. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, misalnya, mengakui bahwa secara pribadi dia telah angkat tangan dan merasa konflik ini tidak akan bisa diselesaikan.
Mendukung komentar Edgar Keret dari LA Times, dalam situasi seperti ini cita-cita “perdamaian” sebaiknya dilupakan saja. Gantilah kata “damai” dengan “kompromi”. Ini mungkin terdengar nggak megah, tapi lebih realistis. Setiap pihak dalam konflik iniharus bisa berkompromi.
Dalam beberapa minggu yang akan datang, pertikaian terbuka mungkin akan mereda dan status quo kembali tegak. Tetapi selama Israel dan Palestina masih tak mau berkompromi, warga Gaza harus siap menyambut serangan terbuka berikutnya satu atau dua tahun lagi.

Sumber artikel : http://www.hipwee.com/opini/10-hal-yang-harus-kamu-tahu-soal-gaza-sebelum-ikut-ikutan-komentar/

SURAT DARI GAZA: SIMAKLAH KISAH DUKA KAMI

Motasem 300x300 SURAT DARI GAZA: SIMAKLAH KISAH DUKA KAMI
Motasem A Dalloul. (Foto: Akun Twitter resmi Motasem A Dalloul)
Oleh: Motasem A Dalloul, warga Gaza*
Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel tidak pernah meninggalkan langit Jalur Gaza bahkan pada saat gencatan senjata. Hampir setiap hari pesawat tempur tak berawak dan jet tempur F-16 Zionis Israel terbang rendah di atas kepala. Dari waktu ke waktu pesawat-pesawat tempur itu menargetkan lahan-lahan pertanian, pabrik, bengkel serta rumah-rumah warga sipil.
Penduduk di Jalur Gaza telah menjadi terbiasa dengan bisingnya suara pesawat tempur dan serangan yang dilancarkan militer Zionis Israel; telah menjadi normal bagi mereka. Namun, di kediaman saya, situasinya berbeda. Setiap kali istri bersama sembilan anak saya mendengar suara pesawat tempur Israel mereka langsung terperanjat kaget. Mereka memiliki sejumlah pengalaman buruk berhubungan dengan suara-suara pesawat tempur itu.
Selama tujuh kali dalam agresi yang dilancarkan Zionis Israel di Jalur Gaza, hingga kini, pesawat-pesawat tempur Israel telah menyerang kediaman saya, lahan pertanian dan peternakan sapi perah saya. Setiap kali serangan udara itu dilancarkan telah menghancurkan baik sepenuhnya atau sebagian rumah saya. Istri saya, anak-anak saya dan saudara-saudara saya, di mana tinggal di apartemen di gedung yang sama seperti saya, mereka seketika terkejut dan ada yang terluka.
Pertama kali pesawat-pesawat tempur Israel menyerang rumah dan peternakan sapi perah saya pada agresi Israel 2008/2009.Selama tiga hari agresi, penjajah Zionist Israel telah membunuh lebih dari 600 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.500 warga lainnya, tentara penjajah Israel saat itu pun menelepon kakak tertua saya pada siang hari dan memintanya untuk mengevakuasi seluruh bangunan dalam waktu lima menit.
Segera, lebih dari 60 warga, termasuk sembilan anggota keluarga saya dan tujuh anggota keluarga dari saudara-saudara saya, meninggalkan dua bangunan yang saling berdekatan, salah satu target penyerangan meliputi peternakan sapi perah yang berada di lantai pertama. Kami tidak bisa mengambil barang apa pun, bahkan tidak sehelai pakaian atau dokumen-dokumen penting yang ada di rumah kami. Dalam waktu kurang dari setengah menit, kami, sekitar 60 anggota keluarga, telah menjadi tunawisma.
Beberapa bulan kemudian saya kembali membangun rumah dengan peternakan sapi perah saya sekitar 50 meter dari rumah yang sudah dihancurkan Zionis sebelumnya. Saya mulai bekerja di peternakan sapi perah yang dikelola sendiri. Suatu malam di bulan April 2010, istri beserta semua anak-anak saya terpaksa mengungsi ke rumah nenek mereka. saya pun tidur sendirian di rumah. Hanya satu jam setelah Saya terlelap tidur, Saya dibangunkan oleh suara ledakan besar yang mengakibatkan lubang besar menganga tepat di lokasi dapur apartemen saya, yang berada di lantai tiga. Lubang besar di langit-langit kamar anak-anak saya dan lubang besar lainnya di ruang tamu. Saya melihat dari jendela menemukan bahwa roket F-16 telah meratakan peternakan sapi perah baru saya, tidak tersisakan.
apartemen 225x300 SURAT DARI GAZA: SIMAKLAH KISAH DUKA KAMI
Apartemen yang ditempati keluarga Motasem A Daloul rusak akibat serangan pesawat tempur Zionis Israel. (Foto: MEMO)
Masalahnya adalah bahwa anak-anak saya menolak untuk kembali ke rumah setelah saya berupaya memperbaiki apartemen Saya yang telah rusak itu. Mereka mengatakan kepada saya untuk membangun pertanian saya jauh dari lokasi apartemen. Permintaan itu cukup sulit tetapi pada akhirnya saya memenuhi permintaan mereka dan saya bangun pertanian di Khan Younis, selatan Jalur Gaza. Bahkan, saya tidak tahu mengapa pendudukan Israel menyerang rumah dan pertanian saya beberapa kali.
Setelah seorang wartawan asal Malta bertanya mengapa pesawat-pesawat tempur Israel menyerang rumah dan peternakan sapi perah saya. Saya mengatakan kepadanya bahwa ia harus meminta jawaban kepada para penyerang yang melakukan serangan menargetkan rumah dan peternakan saya. Sang wartawan Malta itu pun menjawab: “Mereka [Israel] mengatakan mereka telah menyerang pabrik roket.” Bahkan, jawabannya mengejutkan saya karena setiap kali media massa meliput serangan dan melaporkan apa yang mereka lihat hanya terdapat puing-puing mesin manufaktur keju dan yoghurt.
Setelah agresi kali ketiga, keempat dan kelima, pesawat-pesawat tempur Zionis Israel menyerang peternakan sapi perah saya di Khan Younis. Kemudian mereka menyerang toko pertanian saya di Deirul-Balah, tengah Jalur Gaza, hanya beberapa bulan kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam serangan itu, tetapi bangunan dan mesin-mesin telah hancur.
Saya membangun kembali peternakan sapi perah saya di samping rumah saya dan meninggalkan Jalur Gaza pada 2011 untuk menimba ilmu mengambil program Master Bidang Jurnalisme Internasional di London, Inggris. Saya meninggalkan kakak sulung saya yang menggarap pertanian yang Saya kelola sebelumnya.
Pada Juli 2012, saya menerima telepon dari keluarga saya mengatakan bahwa peternakan telah diserang dan sebagian besar anggota keluarga menderita shock dan panik atas serangan parah itu. Saya kembali pada Oktober 2012 untuk membangun kembali rumah saya.
Sekarang masalahnya telah semakin parah dan setiap kali anak-anak saya mendengar suara pesawat tempur Israel mereka menangis, menjerit atau berlari ke arah saya atau ibu mereka. Setiap kali mereka mendengar suara sebuah pesawat perang Israel mereka merasa mereka akan mati. Dua pekan sebelum agresi, perang besar-besaran Israel di Gaza, sebuah jet tempur F-16 Israel menyerang sebuah peternakan dekat rumah saya.
Semua jendela dan pintu rumah hancur dan kaca jendela kamar anak saya pecah, putri sulung dan putri bungsu saya berumur 11 bulan mengalami luka ringan. Luka-luka itu tidak masalah, tapi berefek pada kepanikan dan psikologis mereka. Saat berita-berita agresi mulai dekat, anak-anak saya tidak tidur di kamar mereka. Saya dan istri saya diwajibkan untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin di rumah dan kami terpaksa tidur di aula apartemen dengan anak-anak di sekitar kami.
Saat perang dimulai, beberapa serangan jet tempur F-16 Israel menargetkan peternakan di sekitar rumah saya dan meninggalkan seluruh bangunan berlantai tiga dari enam apartemen tanpa jendela atau pintu. Anak-anak saya tidak tidur dan gejala gangguan saraf mulai muncul di wajah mereka dan dalam tindakan mereka.
Pada hari ketiga agresi, penjajah Zionis Israel menelepon saya pada malam hari dan mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin menghancurkan rumah kakak Saya, yang berdekatan dengan gedung kami. Mereka memberi kami waktu hanya lima menit. Kami bergegas dan meninggalkan rumah dan mereka menyerang rumah saya. Kita tidak tahu ke mana harus pergi pada malam hari, tapi tetangga memberikan penginapan kepada kami sampai hari berikutnya.
Beberapa hari kemudian penjajah Zionis Israel menelepon istri saya pada malam hari sementara dia tinggal di tempat ayahnya. Mereka mengatakan mereka ingin menghancurkan rumah kakakku. Mereka tidak memberi kami waktu lebih dari lima menit dan menyerang dengan dua roket peringatan. Mereka tidak benar-benar menghancurkan rumah kedua, karena gedung itu sudah tidak layak huni.
hancur 300x225 SURAT DARI GAZA: SIMAKLAH KISAH DUKA KAMI
Peternakan milik Motasem A Daloul yang hancur lebur di tembak roket F-16 Zionis Israel. (Foto: MEMO)
Dua hari kemudian saya berada di kantor saya melaporkan tentang agresi yang dilakukan Israel. Kakak menelepon saya untuk memberitahu saya bahwa anak sulung saya tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Saya segera pergi ke rumah kakak dan menemukannya dalam kondisi yang buruk. Saya membawanya ke rumah sakit dan kemudian dia perlu mendapat perawatan. Para dokter mengatakan kepada saya dia memiliki gangguan saraf dan bahwa ia telah kehilangan fungsi bicara dan ingatannya. Sekarang kondisinya hampir baik, tapi kami masih terpisah satu sama lain.
Istri dan sejumlah anak-anak saya tinggal dengan nenek mereka, saya tinggal dengan teman saya, anak sulung saya tinggal dengan pamannya dan anak kedua saya tinggal dengan bibinya.
Setiap hari saya menghadapi banyak kesulitan mengirim mereka makanan. Kemarin istri dan anak-anak saya terjebak situasi penembakan artileri karena mereka tinggal dengan nenek mereka di dekat perbatasan timur kota Gaza. Mereka terpaksa harus pindah ke tempat lain dan saat saya menulis bagian surat ini, istri saya memanggil saya dan meminta saya untuk menemukan tempat yang lebih aman untuk tinggal, tapi sayangnya, saya belum menemukan tempat yang lebih aman.
Kisah yang sama dialami ketujuh saudara-saudara saya dan keluarga mereka. Sekarang saya tidak tahu di mana mereka berada. Saya tidak tahu bagaimana kondisi mereka, tentang anak-anak mereka atau pun istrinya; komunikasi telah menjadi terlalu sulit.(T/P02/P04)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
*Motasem A Dalloul adalah seorang jurnalis yang berbasis di Jalur Gaza. Koresponden Lembaga Pemantau Timur Tengah Middle East Monitor (MEMO) berpusat di London. Dia adalah warga asal Lingkungan Al-Zaytoun, timur Gaza, Palestina.

Sumber artikel : http://mirajnews.com/id/artikel/surat-dari-gaza-simaklah-kisah-duka-kami

Cara mensetting Access point


Ø  Hubungkan kabel UTP dari AP ke PC/Laptop
Ø  Reset AP dengan menekan tombol reset kira-kira 30 detik, Lalu masukkan kabel power pada AP.
Ø  Sambungkan wireless router dengan computer menggunakan kabel LAN, pilih salah satu port 1-4 (jangan port yang ada tulisan intenetnya)

Ø    Masuk ke Control Panel dan sambungkan Internet dengan jaringan LAN yang sudah di tancapkan pada Access point







Ø   Lalu klik Properties maka kita akan tau ip adrees dari AP tersebut



Ø  Setelah itu kita pilih “Internet Protocol version 4”


Ø  Lalu akan muncul gambar seperti ini, kita pilih “Use the following IP address” Kita Isikan 192.168.1.12, untuk menyamakan IP address dengan settingan pabrik dan hanya angka belakangnya yang berbeda. Lalu klik OK

ü  Coba buka cmd lalu ketikkan Ping (ip address AP) –t. Jika ada jawaban “Reply From..” berarti Laptop anda sudh terhubung dengan Internet.

Ø  Jika telah mengetahui IP addressnya, Buka web browser (mozilla firefox, google chrome atau opera) ketik : 192.168.1.1. Dan, nantinya akan diminta menuliskan username dan passwordnya. Misal dalam Acces point yang saya gunakan Username : Admin dan Password : Admin. Lalu klik OK



Ø  Setting IP terdapat pada Setup dan bagian IP address, masukkan IP baru yang akan di gunakan. Disini di contohkan IP sebelumnya atau Ip dari pabrik adalah 192.168.1.1 dan akan di ubah dengan IP baru yaitu 192.168.37.254
Ø  Setting juga Time Zone, sesuaikan dengan TimeZone wilayah, disini kita pilih “(GMT +07.00) Thailand Rusia”. Lalu klik Save Settings

Ø  IP baru Success :D ! Maka ketika sudah sukses, Sesuaikan kembali IP PC dengan AP
Ø  Ulangi lagi, langkah seperti di awal. Klik AP yang terhubung dengan LAN lalu klik Properties





Ø  Pilih “Internet protocol Version 4”

Ø  Lalu akan muncul gambar seperti ini, kita pilih “Use the following IP address” Kita Isikan 192.168.37.12, untuk menyamakan IP address dengan settingan yang telah kita rubah. dan hanya angka belakangnya yang berbeda. Lalu klik OK


Ø  Masuk Kembali pada halaan Setting, Untuk Setting nama IP terletak pada Wireless. Lalu kita pilih Wireless Configurationnya menjadi Manual
Ø  Semisal, nama network kita ubah menjadi SULEE (Lihat gambar). Setelah itu kita Klik Save Settings.



Ø  SUKSES :D
Ø  Untuk memberi password, pilih Wireless Security, dan ubah Security Mode menjadi WPA2 Personal


Ø  Isikan Password minimal 8 karakter, lalu Klil Save Setting





Ø  SUKSES :D !

Ø  Langkah Terakhir Cek pada Client, Klik Connect..


Ø  Isikan Password, sesuai dengan password yang kita setting tadi. Lalu Klik next.

Ø  Connect :D Sukses ! Selesai :DD


THE END